HeadlineJatimPolitik

Kades Minta Perjuangan Perpanjangan Jabatan 9 Tahun Dikawal

LaNyalla M Mattalitti dalam Sarasehan dan Serap Aspirasi Kades se-Sidoarjo

Share Berita:

SIDOARJO, PEWARTAPOS.COM – Kehadiran Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menghadiri agenda Sarasehan dan Serap Aspirasi Kepala Desa se-Kabupaten Sidoarjo di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (8/8/2023), dimanfaatkan Forum Komunikasi Kepala Desa Kabupaten Sidoarjo untuk memperjuangkan perpanjangan jabatan 9 tahun.

Ketua Umum Forum Komunikasi Kepala Desa Kabupaten Sidoarjo, Budiono, berharap LaNyalla bisa mengawal perubahan UU 6 Tahun 2014 Pasal 39 ayat 1 dan 2 tentang masa jabatan kepala desa dari 6 tahun 3 kali masa jabatan menjadi 9 tahun 2 kali masa jabatan.

“Karena dengan masa jabatan 9 tahun, Kades bisa menekan stabilitas pasca Pilkades yang ada di desa sehingga kepala desa bisa membangun desa yang lebih baik dan maju,” kata Budiono yang membacakan keterangan tertulisnya dihadapan Ketua DPD RI.

Menanggapi hal tersebut, LaNyalla menjelaskan, pihaknya telah  mengeksekusi aspirasi yang dilontarkan Forum Kepala Desa tersebut, tepatnya pada hari Senin, tanggal 10 Juli 2023, pria lulusan Universitas Brawijaya Malang itu telah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta.

“Dalam pertemuan itu, saya sampaikan secara langsung dan tertulis, rekomendasi dari Komite I DPD RI tentang aspirasi para Kepala Desa terhadap perubahan Undang-Undang Desa, yang pada prinsipnya DPD RI mendukung aspirasi para kepala desa se-Indonesia,” ujar LaNyalla yang disambut tepuk tangan ratusan kepala desa yang hadir.

Karena LaNyalla percaya bahwa Desa harus menjadi kekuatan ekonomi, bukan hanya untuk mencegah urbanisasi tetapi lebih dari itu, karena Sumber Daya Alam dan sumber ketahanan pangan nasional, sejatinya berada di desa. Karena itu, sudah seharusnya Pemerintah Pusat mengucurkan Dana Desa yang diperbesar dari tahun ke tahun.

“Jangan sampai malah oligarki menguasai Desa,” tegasnya.

Oleh karena itu, imbuh LaNyalla, Desa sebagai bagian dari entitas pemerintahan terkecil di Indonesia harus memiliki peran sebagai penjaga pondasi kekuatan dan ketahanan di tiga sektor. Yakni ketahanan kesehatan melalui budaya hidup sehat. Ketahanan sosial melalui Pendidikan dan kohesi sosial masyarakat yang dijaga, dan ketahanan pangan melalui kebijakan Desa yang tepat sasaran.

Untuk mewujudkan hal itu, yang paling utama dan yang paling penting adalah orientasi dari pemangku kebijakan di desa, baik itu Kepala Desa, maupun Badan Permusyawaratan Desa dan seluruh stakeholder lainnya.

LaNyalla memaparkan, harus ada satu orientasi mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan desa dengan menentukan potensi unggulan yang harus digali dan diwujudkan untuk menjadi kekuatan ekonomi, sekaligus membangun hubungan sinergi dengan desa tetangga yang memiliki potensi yang sama.

“Potensi desa harus dipilih dan ditentukan sendiri. Kesepakatan ini harus lahir dari stakeholder di desa tersebut. Bukan lahir dari program pemerintahan di atas desa. Bukan atas arahan bupati, gubernur, menteri atau presiden sekalipun. Karena yang lebih tahu potensi desa, adalah warga di desa itu sendiri. Sekali lagi bukan top down tapi harus bottom up. Dan hal ini harus terus diperjuangkan,” ujarnya.

Agar desa bisa mandiri maka harus melakukan 5 hal prioritas. Pertama; Pengembangan kapasitas aparatur desa. Kedua; Peningkatan kualitas manajemen pemerintah Desa. “Dan yang ketiga adalah perencanaan pembangunan desa. Keempat pengelolaan keuangan desa. Dan yang kelima adalah penyusunan peraturan Desa,” pungkasnya.

Sementara Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, menyambut acara Sarasehan dan Serap Aspirasi Kepala Desa se-Sidoarjo, mengaku kehadiran Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti sangat tepat. “Karena inilah momentum yang tepat kita sampaikan kepada beliau bapak Ketua DPD RI. Wajar sekali banyak aspirasi, karena memang kepala desa di Sidoarjo menggunakan forum ini dengan baik, sehingga apa yang menjadi permasalahan kita semua bisa diperjuangkan beliau yaitu ketua DPD RI,” ujarnya.

Lebih lanjut Ahmad Muhdlor mengatakan, bahwa sekarang jumlah desa di Sidoarjo menyusut, namun semakin padat. Dulu, Kabupaten Sidoarjo itu jumlah desa dan kelurahannya 351 tetapi ada penggabungan 7 desa, jadi menyusut sekarang ada 318 desa.

“Kami juga ingin sampaikan komitmen Bupati dan Wakil Bupati beserta Pemkab Sidoarjo terhadap pembangunan desa, kami tidak akan pernah lelah mendukung Desa, dan kami sangat bersyukur Pak Nyalla bisa hadir sebagai pengayom kami dan sumber bantuan aspirasi kami terhadap pusat,” katanya. (rls/joe)


Share Berita:
Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close